Kulit
buah dan biji markisa merupakan produk samping dari industri pengolahan
buah markisa segar untuk menghasilkan sari atau konsentrat markisa.
Dari satu ton buah markisa segar dapat dihasilkan sebanyak 445 kg kulit
buah segar dan 148 kg biji markisa.
Penggunaan tepung kulit buah
markisa dalam pakan komplit (45% bahan kering) menghasilkan PBBH pada
kambing yang tinggi 80-105 g untuk mensubstitusi rumput atau sumber
serat lain.
Untuk menghasilkan bahan pakan yang siap pakai dengan prosedur dan teknologi sederhana yaitu sbb.:
Pengeringan
merupakan proses yang pentingi. Pengeringan dilakukan untuk menghindari
kerusakan bahan (pelapukan) yang akan menurunkan palatabilitas dan
konsumsi. Pengeringan dengan energi matahari membutuhkan waktu sekitar
2-4 hari untuk mendapatkan bahan dengan kadar air sekitar 10-12%.
Penggilingan biji markisa dapat dipercepat dengan mencampur bahan lain yang berfungsi sebagai bahan pengisi (
filler).
Minyak (lemak) yang keluar dari endosperm biji saat digiling membuat
proses penggilingan lebih sulit namun dengan penggunaan filler, maka
minyak akan langsung diserap, sehingga proses penggilingan menjadi lebih
efisien. Rasio campuran biji : filler yang optimal berkisar antara 1 :
5-7.
Pengawetan kulit buah markisa dilakukan dengan fermentasi anaerobik (
ensilase)
yang menghasilkan silase kulit buah markisa yang dapat disimpan didalam
silo selama kurang lebih tiga bulan. Penggunaan silase kulit buah
markisa sebagai komponen dalam pakan komplit juga menghasilkan
pertambahan bobot badan harian (PBBH) yang relatif tinggi pada kambing
(63-93 g) .
Sumber: Ginting et al. (Loka Penelitian Kambing Potong)
Informasi selengkapnya:
Nutrisi dan Pakan Kambing dalam Sistem Integrasi dengan Tanaman