This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 29 April 2014

Teknologi Pengolahan Hasil Samping Pertanian Untuk Pakan Kambing


Hasil samping pertanian adalah potensi sumberdaya lokal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi ternak kambing, mengingat antara lain kedepan akan semakin terbatas sumberdaya (lahan,air, energi), harga bahan pakan sumber energi (biji-bijian) dan sumber  protein semakin mahal. Untuk meningkatkan mutu nutrisi maupun untuk memudahkan penanganannya perlu dilakukan teknologi prosesing yang spesifk untuk bahan baku pakan tertentu.  Proses fisik (pencacahan, separasi, hidrotermal), proses kimiawi (amoniasi, hidrolisis NaOH, oksidasi) dan proses biokonversi (fermentasi dan ensilasi) merupakan beberapa alternatif teknologi prosesing yang dapat digunakan. Demikian menurut Dr. Simon P. Ginting dari Loka Penelitian Kambing Potong dengan topic bahasan “Teknologi Pengolahan Hasil Samping Pertanian Untuk Pakan Kambing.
Materi tersebut dipresentasikan pada acara seminar bulanan Puslitbang Peternakan yang dilaksanakan pada tanggal 25 April 2014 di Aula Puslitbang Peternakan, acara dihadiri oleh sekitar 50 peserta yang berasal instansi Lingkup Badan Litbangtan peneliti, pengkaji dan penyuluh serta dari luar Badan Litbangtan antara lain Ditjen PKH, STTP Cibalagung, BBPKH Cinagara, BPPT, LIPI, Dinas Peternakan Kota dan Kabupaten Bogor. Ada 2 topik bahasan dalam acara seminar ini yang dilanjutkan dengan diskusi dimoderatori oleh Kepala Bidang KSPHP Puslitbang Peternakan.

Sabtu, 26 April 2014

Formulasi Ransum Berbasis Singkong


Pakan merupakan 70% dari komponen bisnis peternakan. Untuk mengatasi permasalahan pakan, saat ini pengembangan usaha sapi potong sudah seharusnya dilakukan dengan pendekatan pola integrasi yang dapat dilakukan dengan tanaman pangan, perkebunan ataupun yang lain. Pemanfaatan bahan pakan lokal asal biomas tanaman secara optimal dan sebaliknya menekan penggunaan bahan pakan dari luar, dikenal dengan konsep low external input sustainable agriculture (LEISA) merupakan alternatif pilihan.
Loka Penelitian Sapi Potong telah melakukan penelitian pakan menggunakan salah satu bahan asal biomas tanaman pangan yaitu biomas singkong sebagai upaya efisiensi pada pemeliharaan sapi pedet lepas sapih.

Jumat, 25 April 2014

Indigofera Sebagai Pakan Ternak


Pakan merupakan salah satu input produksi yang sangat menentukan keberhasilan usaha peternakan karena secara langsung mempengaruhi produktivitas dan efisiensi. Pada ternak ruminansia, hijauan pakan masih merupakan komponen utama dalam sistem pakan dan merupakan sumber pakan yang relatif murah disebagian besar agro-ekositem di Indonesia.  Hijauan pakan di daerah tropis seperti  Indonesia cenderung memiliki kualitas nutrisi yang lebih rendah dibandingkan dengan hijauan di daerah beriklim sedang, karena proporsi serat yang tinggi, kandungan protein yang rendah serta potensi defisiensi beberapa unsur mineral. Disamping itu, ketersediaannya cukup berfluktuasi, terutama akibat pengaruh curah hujan. Kuantitas dan kualitas hijauan pakan akan menurun selama musim kemarau dan menyebabkan produksi ternak dapat menurun secara drastis. Ketersediaan tanaman pakan yang memiliki kualitas nutrisi tinggi dan mampu tumbuh sepanjang tahun diharapkan dapat mengatasi fluktuasi tersebut. Penelitian tentang potensi Indigofera spp. Sebagai salah satu jenis hijauan pakan ternak, khususnya ternak ruminansia telah dilakukan cukup intensif oleh berbagai institusi dan telah dipublikasi diberbagai jurnal  ilmiah maupun publikasi lainnya.  Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa Indigofera spp. memiliki potensi yang tinggi sebagai sumber pakan berkualitas tinggi dengan adaptasi yang baik terhadap kekeringan. Oleh karena itu, tumbuhan ini merupakan alternatif sumber pakan yang menjanjikan untuk mendukung pengembangan ternak ruminansia di berbagai agroekosistem. Tersebarnya hasil-hasil penelitian pada berbagai publikasi dengan aspek penelitian yang beragam menyebabkan informasi tentang Indigofera spp. terkait perannya dalam pertanian secara umum sulit untuk digunakan sebagai rujukan dalam rekomendasi pemanfaatannya secara optimal.
Pembuatan buku tentang Indigofera ini bertujuan untuk merangkum, menelaah dan menganalisis berbagai aspek tentang Indigofera dalam kaitannya dengan pertanian. Aspek yang ditampilkan merupakan rangkaian topik yang bersifat hulu sampai hilir, yaitu menyangkut aspek taksonomi, eksplorasi dan koleksi, produksi benih dan perbanyakan tanaman, agronomi dan ekofisiologi, potensi sebagai pakan, kandungan senyawa sekunder yang bersifat antinutrisi, serta penelitian mendatang yang diperlukan untuk memaksimalkan pemanfaatan Indigofera dalam pertanian.
Semoga buku ini dapat menjadi sumber informasi yang bermanfaat bagi berbagai pihak dalam rangka pengembangan pertanian khususnya peternakan di Indonesia.
Cover, Kata Pengantar,  Daftar Isi : Download (512 Kb)
BAB I dan BAB II : Download (770 Kb)
BAB III : Download (1.162 Kb)
BAB IV dan BAB V : Download (1.621 Kb)
BAB VI : Download (945 Kb)
BAB VII : Download (1.068 Kb)